Hendarman mengaku tak pernah bercita-cita menjadi jaksa agung. Dia ingin jadi notaris.
|
|
Hendarman Supandji, Jaksa Agung (antara) |
|
VIVAnews- Jaksa Agung Hendarman Supandji pernah beberapa kali ingin keluar dari kejaksaan.
"Saya pernah beberapa kali ingin keluar," kata Hendarman di gedung DPR.
Hendarman mengatakan dirinya ingin jadi notaris dan tak pernah dia bercita-cita menjadi jaksa agung. "Tapi Tuhan menghendaki saya jadi jaksa agung," ujarnya.
Dia juga mengungkapkan jam kerjanya saat ini hampir 15 jam. "Nggak ada waktu saya mikirin anak, istri, " ujarnya.
Dia mengatakan waktunya digunakan untuk memikirkan bangsa dan negara, waktu tidurnya pun hanya sekitar jam perhari. "Saya nggak pernah jalan-jalan ke mal, kongkow-kongkow [nongkrong]," ujar dia.
Sebelumnya dalam rapat dengar pendapat antara Kejaksaan Agung dan Komisi III DPR RI di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Senin 9 November 2009, Hendarman tak menampik informasi adanya makelar yang mengincar jabatan jaksa agung.
"Yang menginginkan jabatan jaksa agung, saya kira bukan markus tapi marjab, makelar jabatan," kata Hendarman Supanji.
Hendarman mengaku pasrah digantikan orang-orang yang berpredikat 'makelar jabatan'.
"Saya pasrah digantikan mereka , yang penting saya akan bertugas untuk negara dengan sebaik-baiknya," tambah dia.
Meski pasrah, Hendarman menolak mundur dari jabatannya atas desakan masyarakat terkait kasus dua komisioner nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah.
"Seandainya saya diminta mundur oleh presiden saya siap," kata Hendarman.
• VIVAnews