Mabes Polri Acuhkan Kesaksian Williardi
Kepolisian tetap berpegang pada alat bukti yang menunjukkan keterlibatan Antasari.
Selasa, 10 November 2009, 18:55 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Desy Afrianti
Berkas Antasari Dilimpahkan ke Kejari Selatan : Williardi Wizard (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Markas Besar Kepolisian RI enggan menanggapi kesaksian Williardi Wizar di sidang kasus pembunuhan Direktur Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen, atas terdakwa Antasari Azhar.

"Kesaksian itu tak untuk ditanggapi, itu kan sidang boleh-boleh aja," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Inspektur Jenderal Nanan Soekarna, saat dihubungi wartawan, Selasa, 10 November 2009.

Kepolisian tetap berpegang pada alat bukti yang menunjukkan keterlibatan Antasari. Saat ditanya apakah alat bukti itu antara lain CCTV di rumah Sigit Haryo Wibisono, Nanan, mengatakan, "Iya, dan sudah ada motif."

Dalam sidang atas terdakwa Antasari, Williardi mengungkap penyidikan kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen diskenariokan untuk menjebak Antasari Azhar sebagai dalang pembunuhan. Ia diminta membuat BAP yang menyudutkan Antasari, dengan iming-iming akan dibebaskan. "Sudah silakan saja kamu buat yang bisa menjerat Antasari," kata Williardi menirukan kalimat penyidik.

Lantaran janji tak segera dipenuhi, Williardi memutuskan mencabut kesaksiannya dalam BAP 'rekayasa' itu. "Keterangan itu saya cabut semua, saya dikatakan pengkhianat, dan penyidik bilang, kalau BAP seperti ini tidak bisa menjerat Antasari." 

Kasus pembunuhan Nasrudin menyeret sejumlah nama pejabat seperti Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif Antasari Azhar, mantan Kapolres Jakarta Selatan Komisaris Besar Williardi Wizar, serta dua pengusaha papan atas yaitu Sigid Haryo Wibisono, dan Jerry Hermawan Lo.

Nasrudin ditembak usai bermain golf di Padang Golf Modernland, Cikokol, Tangerang, sekitar pukul 14.00, Sabtu 14 Maret 2009. Ia tewas 22 jam kemudian dengan dua peluru bersarang di kepalanya.

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.