|
|
Patrialis Akbar (Antara/ Prasetyo Utomo) |
|
VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumpulkan sejumlah menteri dari kalangan partai politik, semalam. Presiden mengklarifikasi sejumlah rumor yang berkembang liar di masyarakat.
Salah satunya rumor terkait penerimaan aliran dana Bank Century. "Tidak pernah satu sen pun masuk ke presiden," kata Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Patrialis Akbar, Kamis, 19 November 2009. Patrialis merupakan menteri asal Partai Amanat Nasional.
Presiden menggelar rapat dengan menteri kalangan partai usai menggelar rapat terbatas membahas hasil rekomendasi Tim Verifikasi Fakta dan Proses Hukum Kasus Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah. Rapat di gelar di Wisma Negara, Rabu malam, 18 November.
Mereka yang hadir dalam rapat itu antara lain Menteri Sosial Salim Assegaf Al Jufri (PKS), Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan (PAN), Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa (PPP), Menteri Agama Suryadharma Ali (PPP), dan Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng (Partai Demokrat).
Selama ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono rajin menyimak perkembangan informasi di sejumlah media. Tak hanya melalui media massa, namun juga layanan pesan singkat atau SMS dan situs jejaring sosial seperti Facebook.
"Saya mendengar rumor, desas-desus berita yang tidak jelas dari mana sumbernya, yang menyangkut nama saya dan keluarga saya, yang sama sekali tidak ada kebenarannya," kata Presiden di kantornya, Rabu, 18 November 2009.
Presiden mengancam akan menempuh jalur hukum jika ada seseorang yang berani mengembangkan rumor atau gosip itu secara resmi di hadapan publik. Presiden tak ingin keberadaannya sebagai kepala negara dilecehkan.
• VIVAnews