Rekomendsi Tim 8
SBY Lambat Memutuskan, Daerah Tak Terganggu
Gubernur Bengkulu: "Kami percaya keputusan yang dipilih presiden merupakan yang terbaik."
Sabtu, 21 November 2009, 00:19 WIB
Antique, Bayu Galih
Presiden SBY rapat terbatas bahas Tim 8 (Biro Pers Istana Presiden/Abror Rizki)

VIVAnews - Dalam 15 program 100 hari yang telah ditetapkan, Pemerintah Pusat terlihat berusaha meningkatkan hubungan dan koordinasi dengan Pemerintah Daerah. Ini juga untuk meningkatkan pembangunan yang merata di daerah.

Namun setelah sekitar sebulan sejak dilantik, belum terlihat ada program yang telah dijalankan secara signifikan. Saat ini, terlihat bahwa perhatian Pemerintah masih terfokus ke persengketaan Kepolisian dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Malah, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masih membutuhkan waktu seminggu setelah menerima rekomendasi dari Tim Pencari Fakta (Tim 8), yang dibentuk untuk menyelesaikan polemik Polri vs KPK.

Apakah para Gubernur terganggu dengan lambatnya Presiden SBY dalam menyelesaikan kasus ini? "Tidak. Kami percaya keputusan yang dipilih presiden merupakan yang terbaik untuk bangsa," kata Gubernur Bengkulu Agusrin Maryono Najamudin usai pertemuan para Gubernur di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat malam, 20 November 2009.

Najamudin juga mengatakan, para gubernur tidak mempermasalahkan apabila Presiden SBY masih membutuhkan waktu seminggu untuk menjawab rekomendasi yang diberikan Tim 8. "Kami yakin Beliau punya pertimbangan matang," ujarnya.

Sedangkan dalam pertemuan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan tidak membahas mengenai Rekomendasi Tim 8. Pertemuan membahas tentang persiapan Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pada 2 - 4 Desember mendatang.

Dalam rakernas APPSI tersebut akan dibahas mengenai rencana revisi sejumlah Undang-Undang terkait Pembangunan Daerah. "Juga tentang rencana Peraturan Pemerintah mengenai tugas dan kewenangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Propinsi. Ini dalam rangka mendukung program kerja 100 hari Pemerintah," kata Fauzi Bowo.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.

BERITA NASIONAL TERPOPULER