Gelombang tinggi dan angin kencang di perairan Kepri sangat berbahaya bagi kapal.
|
|
SAR naiki Dumai Express 19 cari korban kapal Dumai Express 10 yang tenggelam (Antara/ Riadi) |
|
VIVAnews -- Gubernur Provinsi Kepri Ismeth Abdullah mengimbau seluruh agen pelayaran agar tidak memberangkatkan kapal pada saat cuaca buruk dan gelombang tinggi. "Kapal jangan dipaksakan berlayar. Tunda dahulu sebelum cuaca membaik," ujar Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) di Tanjungpinang.
Saat ini, katanya, gelombang tinggi dan angin kencang di perairan Kepri sangat berbahaya bagi keselamatan kapal-kapal yang berlayar. Penundaan pelayaran kapal-kapal, terutama yang mengangkut sembako, kata Gubernur, tidak akan terlalu bermasalah karena stok di setiap daerah Kepri masih cukup. "Keterlambatan tersebut tidak bermasalah, daripada nyawa harus melayang karena memaksakan diri," katanya.
Mengenai kapal feri Dumai Express 10 yang tenggelam di perairan Tukong Iyu, Kabupaten Karimun, Minggu pagi (22/11), Ismeth mengungkapkan keprihatinan yang mendalam dan mengharapkan keluarga korban bersabar. "Kami sudah meninjau korban selamat maupun korban yang ditemukan dalam keadan meninggal," ujarnya.
Menurut dia, bantuan berupa selimut, obat-obatan dan bantuan medis sudah diberikan kepada korban yang selamat. "Bantuan sudah diserahkan untuk korban Dumai Express 10 dan juga untuk korban kebakaran di Batam," ujarnya.
Dia juga memberikan apresiasi terhadap kesigapan tim pencari dan penolong, sehingga bisa menyelamatkan korban selamat sebanyak 255 orang. "Saya mengucapkan terima kasih atas kesigapan semua unsur tim gabungan dalam proses evakuasi korban selamat maupun yang ditemukan dalam keadaan meninggal," ujarnya.
• VIVAnews