Jeffry menyatakan selama berkawan, dia tidak pernah melihat Nasrudin salat.
Ita Lismawati F. Malau, Aries Setiawan
|
|
Eksepsi Antasari Azhar (VIVAnews/Tri Saputro) |
|
VIVAnews - Antasari Azhar kembali disidang sebagai terdakwa pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen. Pada sidang kali ini, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menghadirkan saksi Jeffry Lumampaw, kawan Nasrudin.
Dalam kesaksiannya, Jeffry menyatakan selama berkawan dan bermain golf bersama, dia tidak pernah melihat Nasrudin salat.
Namun, beberapa waktu sebelum tewas, Nasrudin salat dengan khusyuk. "Dia bahkan menawarkan diri sebagai imam salat berjamaah," kata Jeffry. Saat itu, Jeffry dan beberapa rekannya usai bermain golf di Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Melihat perubahan drastis pada kawannya, Jeffry kemudian bertanya pada Nasrudin, "Kok Anda khusyuk sekali salatnya. Kayaknya anda ada masalah."
Nasrudin kemudian mengeluarkan telepon genggam miliknya lalu memperlihatkan pesan singkat (SMS). "Bagaimana saya tidak khusyuk salatnya," kata Jeffry meniru kata-kata Nasrudin.
SMS itu, menurut Jeffry, dikirim Antasari dan berbunyi, 'ini adalah masalah kita. Cukup kita yang tahu kalau di blow up, akan terima konsekuensinya.'
Jeffry mengaku bertanya pada Nasrudin saat itu, "Ini Antasari siapa?" Nasrudin, kata Jeffry, kemudian menjawab itu adalah Antasari Azhar yang saat itu menjabat Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Nasrudin menjelaskan masalah pelecehan seksual pada istrinya (Rani Juliani)," kata Jeffry. Saat itu, Nasrudin ingin membongkar skandal pelecehan itu kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar jadi masalah nasional. "Tapi saya bilang jangan dulu," kata Jeffry.
• VIVAnews