|
|
I Nyoman Susrama dikawal ketat polisi (VIVAnews/Wima Saraswati) |
|
VIVAnews - Majelis hakim yang diketuai Djumain meminta kepada jaksa agar penyidik kepolisian daerah Bali dihadirkan untuk mengkonfrontir keterangan saksi mahkota pembunuhan wartawan Radar Bali, Komang Gede Wardana dalam sidang yang menghadirkan terdakwa adik Bupati Bangli, I Nyoman Susrama, Selasa 24 November 2009.
Sebab, dalam persidangan hari ini, Komang Gede mengatakan bahwa semua isi berita acara pemeriksaan (BAP) yang dibuat di depan penyidik dengan tekanan. "Saya ditekan oleh penyidik dan apapun yang mereka ucapkan saya iyakan saja. Karena kalau tidak, saya akan dipukul," ucap dia.
Komang Gede pun mengatakan dua nama penyidik yang diduga memukulinya. "Saya dipukul penyidik namanya Pak Kadek, Pak Roby, yang lainnya lupa," kata dia.
Saksi mengaku tak sempat melakukan visum atas luka-lukanya. "Kalau visum, sudah tidak ada bekasnya dan waktunya sudah lama karena berbulan-bulan saya ditahan di Polda," kata pria yang kesehariannya bekerja sebagai karyawan air minum kemasan SITA milik Susrama ini.
Disinggung keterangan saksi mahkota lainnya, Ida Bagus Made Narbawa alias Gus Oblong yang mengatakan keterangan sesuai BAP langsung dibantah Komang Gede. "Semua keterangan dia itu terkutuk dan bohong besar," katanya sambil berteriak.
Komang Gede yang mengaku tidak pernah ke Pantai Belatung, Klungkung yang dipakai untuk membuang mayat wartawan Radar Bali Anak Agung Gede Prabangsa.
Namun majelis hakim menunjukkan hasil pemeriksaan di BAP yang mengatakan bahwa Komang Gede ikut dalam survei lokasi pembuangan mayat namun dia tidak tahu kalau Susrama akan merencanakan pembunuhan terhadap Prabangsa.
"Saya tidak tahu kalau Pak Susrama merencanakan pembunuhan Prabangsa sampai sepulang dari Pantai Belatung baru saya tahu ada rencana itu," ujar Komang Gede yang tertulis di BAP.
Sang wartawan, Prabangsa diduga kuat dihabisi karena memberitakan dugaan penyimpangan proyek-proyek Dinas Pendidikan di Bangli yang melibatkan adil bupati, Susrama.
Mayat Prabangsa dibuang dengan dibungkus plastik hitam besar diangkut dengan mobil Kijang AB 8888 MK dari rumah Susrama di Banjar Petak, Desa Bebalang, Bangli menuju ke Pantai Belatung, Klungkung setelah sebelumnya dibunuh pada 11 Februari 2009.
Laporan : Dewi Umaryati|Bali
• VIVAnews