Para pengemis seolah tidak mempedulikan keadaan Julian yang saat itu sedang diwawancara.
|
|
Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha (Antara/ Widodo S Jusuf) |
|
VIVAnews - Sosok Julian Aldrin Pasha, Juru Bicara Presiden, rupanya sudah dianggap layak sebagai seorang pejabat. Berkemeja putih dibalut jas hitam, dan mengenakan pin emas istana kepresidenan, membuat Julian dikira seorang menteri.
Beberapa pengemis pun segera mengerubuti Julian. "Pak Menteri, minta uangnya Pak," kata salah seorang pengemis, di Mesjid Istiqlal, Jakarta, Jumat 27 November 2009.
Gerombolan pengemis tadi seolah tidak mempedulikan keadaan Julian yang saat itu sedang diwawancara wartawan. Jika wartawan menyodorkan tape rekaman, maka para pengemis menyodorkan wadah yang digunakan untuk mengumpulkan uang hasil mengemis.
Jelas, keadaan ini membuat Julian terlihat canggung. Wartawan yang sedang mewawancarai Julian sebenarnya sempat memberi uang kepada pengemis. Namun para pengemis itu tetap tak beranjak, dan menunggu Julian selesai diwawancara.
Selesai wawancara, Julian langsung 'diserang' para pengemis. Julian sempat memberi uang kepada salah seorang pengemis, namun ini membuat pengemis lain semakin gencar 'menodong' Julian.
Bahkan saat Julian sudah masuk ke dalam mobil, gerombolan pengemis masih mengejar Julian. Bahkan saat Julian memberikan uang, mobilnya pun sulit bergerak maju. Karena mobilnya tetap dikerubungi pengemis.
Saat ditanya apakah pengemis itu tahu siapa sosok yang dikejarnya tadi, salah seorang menjawab: "Itu menteri baru kayaknya."
• VIVAnews