Demo 100 Hari SBY-Boediono
Mahasiswa Ceburkan Foto SBY-Boediono ke Laut
Mahasiswa Makassar juga melakukan acara tabur bunga. Ada juga yang menyandera truk BBM.
Kamis, 28 Januari 2010, 12:10 WIB
Elin Yunita Kristanti
  (Antara/ Yusran Uccang)

VIVAnews - Aksi demonstrasi memperingati 100 hari kerja Kabinet SBY-Boediono juga dilakukan di Makassar, Sulawesi Selatan.

Aksi demo di Makassar diwarnai dengan aksi tabur bunga di Anjungan Pantai Losari. Selain bunga yang dilarung ke laut, sekitar 500 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Makassar (AMM) juga menceburkan foto SBY-Boediono ke laut.

Menurut Koordinator Aksi AMM, Ashari, tabur bunga dan buang foto SBY-Boediono dilakukan sebagai simbol gagalnya 100 hari pemerintahan.

"SBY-Boediono tidak berhasil membangun negeri ini," kata Ashari di Makassar, Kamis 28 Januari 2010.

Apa kegagalan SBY-Boediono menurut mahasiswa Makassar? Dalam pernyataan sikapnya, AMM Sulawesi Selatan menganggap SBY-Boediono tidak mampu melindungi kedaulatan dan ketahanan ekonomi nasional, tidak mampu memberantas hukum.

Lalu, tidak mampu memberantas korupsi, tidak mampu menyejahterakan dan melindungi rakyat, serta tidak mampu mencerdaskan kehidupan bangsa. Mahasiswa mendesak agar dilakukan reformasi total.

Selain itu, aksi di Makassar juga diwarnai penyanderaan trum pengangkut BBM dengan nomor polisi DD 9978 N. Truk berkapasitas 16 ribu liter itu dicegat di depan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Makassar.

Truk lalu dibawa ke Monumen Mandala Makassar yang berjarak 4 kilometer. Selain untuk mengangkut mahasiswa, truk juga digunakan untuk berorasi.

Menurut supir truk tersebut, Tamrin, seharusnya pagi ini dia mengantarkan BBM jenis premium ke SPBU di Limbung. "Tapi justru dicegat mahasiswa," kata dia, Kamis 28 Januari 2010. 

Laporan: Rahmat Zeena| Makassar

• VIVAnews
 
komentar
Roman
28/01/2010
Dasar kagak ada otaknya...mau nuntut pemerintah supaya benar, mereka sendiri menyandera truk BBM, sehingga menghambat perputaran ekonomi....
faisalsyah
28/01/2010
SBY hanyalah boneka Amerika Serikat, jauh harapan Indonesia berdaulat di bawah kepemimpinan presiden SBY. Pada periode kedua kepresidenan, SBY sama sekali tidak memiliki komitmen mensejahterakan rakyat, kecuali untuk dirinya sendiri. Lihat saja proyek pagar istana Rp 22,6 miliar dan pengadaan pesawat kepresidenan. Bangsa dan negara RI sedang mengalami krisis keteladanan. SBY harusnya punya kemaluan dan sebaiknya turun dari jabatan. Tirulah pejabat di Jepang, mister presiden !
adi
28/01/2010
mahasiswa yg brenksek & kurang ajar
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.