Kondisi tubuhnya sudah rusah dan busuk sehingga kami tidak bisa mengenali luka.
Ita Lismawati F. Malau
|
|
(VIVAnews/Tri Saputro) |
|
VIVAnews – Seorang warga Jerman yang diketahui bernama Mario Arnold (40) ditemukan tewas membusuk dalam mobil Jimny merah dengan nomor polisi DK 683 Q, di kawasan Bali Turtle Island Development (BTID), sebelah utara lapangan tembak, Serangan, Denpasar Selatan. Korban ditemukan Senin, 8 Februari 2010 sore.
Ada dugaan Mario melakukan aksi nekat bunuh diri dengan sengaja mengalirkan asap gas pembuangan (knalpot) menggunakan selang yang dimasukkan ke mobil.
Polisi membutuhkan waktu lama untuk mengevakuasi tubuh Mario dari dalam mobil karena mobil dalam keadaan terkunci dari dalam, kunci mobil masih nyantol, posisi AC dalam keadaan hidup, bahan bakar sudah habis.
Bagian kaca di kedua pintu terbuka sekitar 2 centimeter, sementara kaca bagian belakang kiri terbuka terbentang selang plastik terhubung dari knalpot yang diisolasi warna hitam. Posisi mobil bagian depan agak masuk ke semak-semak lahan kosong.
Posisi tubuh Mario berada di kursi kemudi mengenakan pakaian lengkap yaitu celana jean serta kemeja hitam dan sepatu kulit coklat, lalu badan miring ke kiri dan tubuhnya telah membusuk dipenuhi ulat.
Polisi mengamankan barang bukti berupa dua buah handphone yang salah satunya masih aktif, fotokopi paspor serta SIM A atas nama Mario Arnold yang tertulis beralamat di Jalan Raya Senggigi, Batu Layar, Lombok Barat. SIM A berlaku 21 Mei 2009 sejak dikeluarkan oleh Kapolres Lombok Barat sejak 21 Mei 2008.
Pria yang memiliki tinggi 170 centimeter ini diketahui menyewa mobil di Ayu Masari, Kuta sejak 15 Januari dan seharusnya sudah dikembalikan 2 Februari lalu. Selama tinggal di Bali, Mario pernah tinggal di Bali Continental Sanur, kemudian Puri Dalem Hotel.
Penemuan mayat Mario ditemukan pertama kali oleh warga setempat bernama I Ketut Sana yang ketika itu tengah membawa sapinya usai mencarikan makanan.
“Kita sudah terbiasa melihat ada mobil di lokasi itu karena memang sering ada acara. Tapi setelah didekati kok ada bau busuk, makanya saya lapor ke polisi,” jelas Sana.
Sementara Kepala kepolisian kota besar Denpasar Komisaris Besar I Gede Alit Widana belum dapat memastikan penyebab kematian Mario. “Kami belum dapat memastikan apakah murni bunuh diri atau karena dibunuh. Kondisi tubuhnya sudah rusah dan busuk sehingga kami tidak bisa mengenali perlukaannya,” jelas perwira menengah melati tiga ini saat dikonfirmasi terpisah.
Guna memastikan maka hasil otopsi yang dapat melihat secara jelas apakah memang murni bunuh diri atau korban pembunuhan.
Laporan : Dewi Umaryati|Bali
• VIVAnews