Nasional
Dulmatin Hampir Setahun Tinggal di Pamulang
Kepada tetangga, Dulmatin mengaku bernama Ibrahim.
Rabu, 10 Maret 2010, 19:38 WIB
Arfi Bambani Amri, Zaky Al-Yamani

VIVAnews - Buronan Dulmatin yang ditembak hingga tewas kemarin diduga sudah setahun menetap di Pamulang, Tangerang Selatan. Dulmatin diduga menempati sebuah rumah petak di Jalan Salak V RT 4 RW 4 Pabuaran, Pondok Benda, Pamulang.

"Ngakunya bernama Ibrahim," kata Sinurat (50 tahun), salah seorang tetangga Dulmatin. "Sudah tinggal di sini hampir setahun tapi dua minggu sebelum penggerebekan, dia pergi, mengaku mau pulang ke Lampung," ujar Sinurat, Rabu 10 Maret 2010.

Ibrahim alias Dulmatin mengaku tinggal bersama istrinya yang bercadar. Terdapat satu anak berumur dua tahunan bersama mereka. Istrinya, kata Sinurat, "tak pernah bersosialisasi."

Sinurat mengetahui Ibrahim sebagai Dulmatin setelah menonton di televisi. Pria yang ditemukan tewas di warnet Multiplus itu dikenalnya sebagai Ibrahim.

Rumah petak yang ditempati Dulmatin merupakan satu dari empat rumah petak yang berjejer. Dulmatin menempati salah satu rumah bermodel studio yang di tengah. Rumah ini disewa seharga Rp 350 ribu perbulan.

Maisaroh, yang menempati rumah persis di sebelah yang ditempati Dulmatin, menyebut pria berkumis tipis itu jarang berada di rumah pada siang hari. Dia sering pulang tengah malam, diantar dua orang pria, mengendarai sepeda motor atau mobil. "Mobil yang mengantar gonta-ganti," kata Maisaroh.

Dulmatin diduga adalah Yahya Ibrahim yang ditembak hingga tewas di warung internet Multiplus, lima kilometer dari rumah kontrakan ini. Kepastian Yahya Ibrahim adalah Dulmatin diketahui dari tes DNA.

Dulmatin merupakan buronan internasional, dengan hadiah US$ 10 juta untuk yang berhasil menangkapnya dari pemerintah Amerika Serikat. Dulmatin dicari karena perannya sebagai perancang Bom Bali I yang menewaskan 202 orang pada tahun 2002 lalu.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Lapadasa
20/07/2010
Kalo yg udah mati , udahlah...jgn di ingat2 lagi , bs menimbulkan sentimen negatif dikalangan kelompok ybs, atau lingkungan tempat ybs.berdiam akan selalu was2 dan tidak tentram. Tingkatkan penjagaan keamanan lingkungan sekitar wilayah kediaman qt dan ker
Balas
kezya
17/06/2010
kalo di tembak apa rasanya ya
Balas
Satochid
24/03/2010
Ini menunjukkan lemahnya intel dan kurangnya publikasi dan peran mass media. kerja sama warpun tidak bisa mendeteksi. Sangat disesalkan. Bagaimana dengan langkah berikutnya apakah TANGSEL sudah menyapkan jurus baru penangkal teroris, walahu alam. Pak wal
Balas
Kirim Komentar
   
Nama
Email
Komentar
 
  Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
 
 
  *Jika anda member Vivanews, silahkan  atau