Nasional
Siang Ini, 271.834 Buah Harta Karun Dilelang
Mekanisme lelang dilakukan dengan cara keseluruhan atau borongan.
Rabu, 5 Mei 2010, 06:04 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Zaky Al-Yamani

VIVAnews - Setelah tersimpan di gudang penyimpanan Pamulang selama hampir 5 tahun, akhirnya 271.834 keping harta karun akan dilelang. Harta karun ini diambil dari sebuah kapal yang tenggelam di Cirebon, Jawa Barat.

"Lelang akan diselenggarakan besok (hari ini) jam 2 di Departemen Kelautan dan Perikanan di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat. Dan ini akan menjadi lelang harta karun resmi pertama di Indonesia," ujar Presiden Direktur PT Paradigma Putra Sejahtera, Adi Agung Tirtamarta, Selasa.

Harta karun ini ia peroleh dalam ekspedisi di laut Jawa selama rentan waktu April 2004 hingga Oktober 2005. "Baru dilelang sekarang karena izin lelangnya baru keluar tahun 2010," ujar Adi. Untuk pengangkatan harta karun, perusahaannya bekerjasama dengan perusahaan survey asal Belgia, Coamix Archeology Underwater Research and Recovery.

Ia mengaku tidak melakukan persiapan khusus untuk acara pelelangan ini. "Tidak ada persiapan khusus. Kami hanya menginformasikan acara lelang ini ke sejumlah negara. Dan sudah ada 20 perusahaan dari pihak museum yang menghubungi kami yang berminat untuk ikut lelang. Ada yang dari Singapura, Hongkong dan Cina," tambahnya.

Meski berminat, para calon peserta lelang masih mengeluh soal aturan dana deposit sebesar US$ 16 juta jika hendak ikut serta dalam lelang. "Karena itu sesuatu yang tidak lumrah dan tidak lazim dalam pelelangan internasional."

Selain itu, masa pelelangan yang singkat membuat peserta kesulitan untuk melakukan persiapan dan survei."Tapi, ini sudah menjadi peraturan dari menteri keuangan yang harus dipatuhi."

Mekanisme lelang ini dilakukan dengan cara keseluruhan atau borongan. "Kami buka harga 80 juta dollar. Sistem lelangnya borongan satu lot, karena yang terpenting adalah sejarah akan hilang kalau ini dilelang secara terpisah."

Selain itu, ada beberapa harta karun tidak dalam kondisi baik sehingga kalau dikhawatirkan tak laku. (umi)

Dengan sistem borongan juga akan menyaring pembeli kepada pengurus museum saja. "Dan mereka pasti nanti akan memberikan akses untuk arkeolog dunia untuk mempelajari harta karun ini. Karena banyak sejarah yang dapat diungkap dari harta karun kapal yang karam pada tahun 980 Masehi ini," ujar Adi.

Misalnya harta karun berupa gelas kaca yang diduga berasal dari Mesopotamia, banyak memiliki aksara Arab Khufi. Ini menandakan telah terjadi perdagangan dari timur tengah ke Indonesia.

Selain itu, golok emas kembar bertuliskan aksara Arab Khufi. Ini diperkirakan ada pembesar mesir atau arab yang ikut serta dalam kapal kayu itu. "Entah kapal ini bagian dari misi dagang atau misi bilateral perlu diteliti," ujar Adi.

• VIVAnews
Rating
Komentar
b3dul2009
05/05/2010
Setuju pak menteri, kalau perlu semuanya di lelang saja, lumayan nambah2 uang negara, disimpan2 juga malah biaya tinggi.
Balas
taufiqurrahman
05/05/2010
bukti sejarah kok di lelang...?
Balas
Kirim Komentar
   
Nama
Email
Komentar
 
  Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
 
 
  *Jika anda member Vivanews, silahkan  atau