Dipicu Penyerangan Terhadap Ajaran Salafiyah
Polisi-Warga Terlibat Bentrok di Lombok Barat
Meski tidak menelan korban, bentrokan ini mengganggu arus lalulintas ke Pelabuhan Lembar.
Senin, 23 Februari 2009, 09:42 WIB
Amril Amarullah
  ((AP Photo/Thanassis Stavrakis))

VIVAnews - Ratusan warga Dusun Mesanggok, Desa Gapuk, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat terlibat bentrok dengan polisi di jalan raya jembatan kembar, pagi tadi, Senin, 23 Februari 2009.

Bentrokan dipicu penangkapan oleh polisi terhadap dua warga Gapuk yang diduga melakukan aksi pengrusakan terhadap rumah H. Nasehat pimpin ajaran Salafiyah.

Meski tidak menelan korban, bentrokan ini mengganggu arus lalulintas menuju Pelabuhan Lembar. Polisi dengan bersenjatakan lengkap terpaksa menghalau warga yang hendak melakukan pengrusakan terhadap kantor Polres Lombok Barat. Sementara ini polisi meringkus dua orang dari kerumunan warga, karena melakukan provokasi dan pelemparan terhadap petugas.

Kapolres Lombok Barat, AKBP Agus Suyanto mengatakan tindakan itu dilakukan sebagai wujud pengamanan yang dilakukan polisi.
"Dua orang itu sudah kami periksa untuk tindakan lebih lanjut, kami juga berkordinasi dengan tokoh masyarakat untuk menenangkan warga," kata Agus Suyanto ditemui di lokasi, Senin, 23 Februari 2009.

Pantauan VIVAnews, akibat bentrok tersebut polisi tampak berjaga-jaga, bahkan untuk mengantisipasi munculnya aksi susulan ratusan kepolisian Polres Lombok Barat dikerahkan. Sedangkan warga sudah berhasil di bubarkan paksa.

Aksi tersebut bermula dari Peristiwa penyerangan terhadap pengikut faham Salafiyah itu terjadi Jumat 20 Februari malam. Akibatnya sedikitnya enam rumah milik penganut Salafiyah di Dusun Mesanggok Desa Gapuk Kecamatan Gerung, rusak berat.

Laporan: Edy Gustan | Mataram

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.