Mahasiswa Indonesia Tewas di Singapura
Alasan Polisi Tolak Laporan Keluarga David
Laporan ditolak bukan karena Indonesia dan Singapura tak punya perjanjian ekstradisi.
Rabu, 1 April 2009, 14:23 WIB
Elin Yunita Kristanti, Desy Afrianti
David Hartanto Widjaja (Facebook Christov Wiloto)

VIVAnews - Laporan keluarga David Hartanto Widjaja, mahasiswa Universitas Teknologi Nanyang Singapura (NTU) yang tewas di kampusnya, ditolak dua kali oleh markas besar kepolisian. Keluarga bahkan tak menerima nomor laporan, yang otomatis diterima oleh pihak pelapor.

"Seharusnya laporannya di Singapura karena kasusnya di sana," kata Juru Bicara Polisi, Abubakar Nataprawira di Markas Besar Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu 1 April 2009.

Menurut Abubakar, polisi juga tak merasa perlu memberikan nomor laporan pada keluarga David. "Ngapain juga kita bikin nomor laporan, kan TKP [tempat kejadian perkara] di sana. Kalau kita berikan nomor laporan, kita utang dong," tambah Abubakar. Dijelaskan dia, jika laporan keluarga diterima berarti Polri akan melakukan penyelidikan.

Abubakar mengatakan penolakan laporan keluarga David bukan karena Indonesia tak punya perjanjian ekstradisi dengan Singapura. "Tapi karena masalahnya ada di Singapura, Polri tak bisa ikut," tambah dia.

Kematian David semakin misterius karena disusul kematian dua staf peneliti asal China, Zhou Zheng (24) dan Hu Kunlun. Ketiganya berasal dari Universitas yang sama. Keluarga mengaku tak yakin pemerintah Singapura bisa jujur mengusut kasus ini.

Laporan ke polisi Indonesia dilakukan agar Polri ikut terlibat dalam penyelidikan yang dilakukan pemerintah Singapura agar kasus kematian David selesai secara adil.

Sampai saat ini penyebab pasti kematian David, Zhou, dan Hu belum diketahui. Kepolisian Singapura menutup rapat perkembangan penyelidikan.

David yang mahasiswa tingkat akhir Universitas Nanyang Singapura ditemukan tewas terjatuh dari loteng. Menurut sejumlah media Singapura, David bunuh diri usai menusuk dosen pembimbingnya Senin 2 Maret 2009. Usai tragedi penusukan, korban yang dosen di Universitas Nanyang, Singapura,  Chan Kap Luk (45) dilarikan di Rumah Sakit Universitas Nasional Singapura. Sang profesor saat ini dalam kondisi sehat.

• VIVAnews
 
komentar
dekky
01/04/2009
Turut berduka kepada keluarga david! Seharusnya tanpa diminta Polri berinisiatif membentuk tim pencari fakta untuk kasus ini. Sebab ada warga negara kita yang mati di negeri orang apalagi ada indikasi dibunuh. Jadi sudah sewajarnya Polri mendesak Polisi Singapur agar dilibatkan dalam penyelidikan kasus ini. Kalau perlu paksa!!!!! Biar semuanya jelas. Kasihan keluarga David. Apalagi dia assets bangsa!!
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.