|
VIVAnews - China memang merupakan negara paling top di bidang kejahatan dunia maya. Dari semua kategori yang dibuat oleh Symantec dalam laporan tren keamanan tahunannya, China selalu menduduki peringkat atas di antara negara Asia Pasifik dan Jepang lainnya.
"China berada di posisi atas dalam hal aktivitas kejahatan dunia maya," ujar Ronnie Ng saat mempresentasikan hasil studi Symantec berjudul Internet Threat Report Volume XIV, di Jakarta Rabu 6 Mei 2009.
Untuk peringkat negara terbanyak yang komputernya terinfeksi program jahat, China menduduki urutan pertama, dengan persentase sebesar 58 persen. Angka itu jauh melampaui Taiwan (12 persen) dan Korea Selatan (8 persen) yang berada di urutan kedua dan ketiga.
Bahkan untuk kategori ini, China menduduki urutan pertama untuk tingkat global, yaitu dengan presentase sebesar 13 persen. Di kawasan Asia Pasifik dan Jepang, China merupakan negara teratas yang menjadi target serangan di web, dengan persentase sebesar 79 persen.
China juga merupakan negara yang memiliki hosting situs phising terbanyak dengan persentase sebesar 35 persen. Tak hanya itu, di kawasan yang sama, ternyata China juga merupakan negara asal e-mail spam terbanyak yang beredar di dunia maya dengan persentase sebesar 22 persen.
"Hal Ini mungkin terjadi karena China merupakan negara terbesar yang memiliki pelanggan internet pita lebar di seluruh dunia," ujar Ronnie. Untuk urusan internet pita lebar, China memang merupakan negara teratas mengungguli pengguna Amerika Serikat.
Secara keseluruhan, persentase China dalam aktivitas kejahatan dunia maya di wilayah Asia Pasifik memang mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.
Bila pada 2007 persentase China sebesar 42 persen, tahun 2008 persentase itu menurun 1 persen. "Mungkin karena aktivitas di negara-negara lainnya mengalami peningkatan."
• VIVAnews