2008, Rugi Kurs Telkom Rp 1,6 Triliun
Namun, perseroan berharap, pendapatan pada 2009 bisa lebih baik dibanding 2008.
Senin, 11 Mei 2009, 13:31 WIB
Arinto Tri Wibowo, Nerisa
Ilustrasi Menara BTS (flickr.com)

VIVAnews - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) mengalami rugi kurs sekitar Rp 1,5-1,6 triliun selama 2008. Namun, perseroan berharap, pendapatan pada 2009 bisa lebih baik dibanding 2008.

"Selain itu, pada 2008 ada (pengeluaran) untuk karyawan yang pensiun dini sebesar Rp 800 miliar," kata Direktur Utama Telekomunikasi Indonesia, Rinaldi Firmansyah, di sela acara Investor Day di gedung bursa efek, Jakarta, Senin 11 Mei 2009.

Menurut dia, biaya frekuensi selama periode tersebut juga meningkat menjadi Rp 1,2 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp 800 miliar. "Karena di industri telekomunikasi, pembangunan BTS (base transceiver station) bisa meningkatkan biaya frekuensi ke pemerintah," ujar dia.

Dia menjelaskan, pada 2008, Telkom mengalami kondisi yang di luar perkiraan, karena nilai tukar melemah dari Rp 9.000/US$ menjadi Rp 11.000/US$. Kondisi itu memicu utang dalam mata uang rupiah meningkat, meski pinjaman dolar AS menurun.

Meski demikian, dia menambahkan, kinerja keuangan perseroan pada kuartal I-2009 tidak bisa direpresentasikan sebagai keseluruhan tahun ini.

Menurut dia, terdapat beberapa faktor yang perlu diperhitungkan, seperti penurunan tarif interkoneksi, meski jumlah pelanggan meningkat. "Tapi, Telkom akan terus confident," tuturnya.

Dalam pandangan dia, kinerja perseroan pada kuartal II-2009 diperkirakan dapat menjadi pembanding untuk keseluruhan tahun ini. Bahkan, kinerja perseroan pada April juga masih lebih baik.

"Kami optimis bisa tumbuh lebih baik dari 2008. Kurs sekarang juga lebih baik," kata dia.

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.