Penahanan Sigid berpengaruh pada perusahaan. "Kritis keuangan dan krisis kontinuitas."
|
|
Sigid Haryo Wibisono (merdekainteraktif) |
|
VIVAnews - Pemimpin Redaksi Harian Merdeka, Mulyana W Kusumah membesuk bosnya, Komisaris PT Pers Indonesia Merdeka, Sigid Haryo Wibisono yang saat ini ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya, Kamis 2 Juli 2009.
Menurut Mulyana, kunjungannya ke rutan adalah untuk melaporkan kondisi Harian Merdeka, media yang bernaung di bawah PT Pers Indonesia Merdeka.
Kata dia, penahanan Sigid sangat berpengaruh pada kondisi perusahaan. "Akibat peristiwa ini berpengaruh pada keuangan, mengakibatkan kritis keuangan dan krisis kontinuitas perusahaan," kata Mulyana di Polda Metro Jaya, Kamis siang.
Mulyana mengaku Sigid tak pernah menceritakan masalahnya sebelum kejadian Nasrudin, apalagi ruangannya terletak di bawah. Yang dia ketahui, masalah Sigid sangat berat karena dia dijerat Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati.
Apalagi bagi perusahaan , kasus ini berkaitan dengan pengeluaran uang perusahaan sebesar Rp 500 juta. Kata Mulyana, melalui staf perusahaan, Sigid meminjamkan uang perusahaan sebesar Rp 500 juta.
"Pak Sigid meminjamkan kepada Wiliardi, ini versi Pak Sigid," kata Mulyana. Namun, ditambahakan dia, Sigid sama sekali tak tahu uangnya dipakai untuk operasional menghabisi Nasrudin Zulkarnaen.
Sebelumnya, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, melimpahkan berkas perkara Sigid Haryo Wibisono dan Komisaris Besar Wiliardi Wizard, Senin 29 Juni 2009.
Polisi telah menetapkan sembilan orang tersangka dalam kasus pembunuhan Direktur Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. Tiga tokoh 'top' ikut dimasukan dalam daftar tersangka. Selain Antasari, ada juga pengusaha Sigid Haryo Wibisono, dan perwira polisi, Komisaris Besar Williardi Wizar (Ww).
Antasari diduga sebagai dalang, Sigid diduga sebagai penyandang dana, dan Wiliardi diduga berperan mencari eksekutor pembunuhan. Antasari Dijerat dengan Pasal 340 KUHP sub pasal 338 KUHP dan atau pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman mati.
Nasrudin ditembak usai bermain golf di Padang Golf Modernland, Cikokol, Tangerang, sekitar pukul 14.00 WIB. Sabtu 14 Maret 2009. Dua peluru bersarang di kepalanya.
• VIVAnews