|
VIVAnews - Salah satu penumpang Lion Air rute Jakarta-Makkasar-Papua dicurigai terpapar virus flu babi. Penumpang berusia 14 tahun yang identitasnya disembunyikan ini baru tiba dari Thailand. Ia menumpang maskapai Lion Air saat kembali ke Papua.
Menurut Direktur RSUD Dok II Jayapura Maurits Okoseray, Jumat 3 Juli 2009, awalnya pihaknya menerima laporan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Sentani Jayapura, bahwa ada seorang penumpang pesawat yang dicurigai terkena virus H1N1.
"Dia lalu kami jemput di rumahnya, ia atlet sepakbola yang baru pulang dari Thailand. Kami bawa ke ruang instalasi penyakit flu burung untuk dilakukan pemeriksaan," kata Maurits. Ia menuturkan semula pihak keluarga sempat protes, karena keberatan dengan penjemputan tersebut.
Namun dari hasil pemeriksaan yang dilakukan dokter ahli penyakit paru, Ervin Muhabril, ternyata suspect diketahui negatif flu babi sehingga dipulangkan kembali ke rumahnya.
Menyusul penumpang yang diduga kena flu babi ini, delapan kru maskapai penerbangan Lion Air, Pilot (Is), Co pilot Dedi, Pramugari Ds, La, Np, As, Da melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Wahidin Sudiro Husodo Makassar.
Halif Saleh, Direktur Umum RS Wahidin Sudiro Husodo mengatakan, mereka ini masuk ke Wahidin sekitar pukul 02.00 dinihari. "Mereka diobservasi di ruang khusus," kata dokter Halif Saleh.
Para kru ini terbang dengan Pesawat Lion Air nomor penerbangan 795 dari Jakarta, Makassar dan Jayapura. Kemudian dari Jayapura singgah kembali ke Makassar tengah malam tadi.
"Mereka mengaku mengalami gejala flu usai terbang dari Papua, sesudah take off dari Papua dan pada saat tiba di Makassar, dideteksi alat pengukur alat suhu badan, dan ternyata memang cukup tinggi," kata Saleh.
Laporan: Banjir Ambarita | Jayapura
• VIVAnews