|
VIVAnews - Empat mahasiswa yang disiksa di Mesir sudah dibebaskan. Pemerintah Indonesia akan melayangkan nota protes kepada pemerintah Mesir dan meminta klarifikasi atas kejadian itu.
"Kami akan menyampaikan nota protes, meminta karifilasi dan minta waktu untuk bertemu dengan pejabat Mesir, secepatnya," kata juru bicara Departemen Luar Negeri, Teuku Faizasyah, dalam keterangan kepada VIVAnews, Minggu, 5 Juli 2009.
Menurut Faizasyah, hal-hal yang perlu diklarifikasi terutama soal alasan penangkapan empat mahasiswa itu. Apakah ini terkait kasus salah tangkap atau memang ada unsur lain. "Kedua, kami minta jaminan agar (kasus ini) tidak akan terulang lagi," ujar dia.
Empat mahasiswa Indonesia yang kuliah di Al Azhar, Kairo, Mesir, mendapat perlakuan kekerasan dari pihak kepolisian setempat. Mereka ditangkap dan disiksa.
Peristiwa itu berawal saat salah satu dari teman kosnya ketahuan membuka situs ikhwan online yang terdapat gambar Syekh Ahmad Yasin. Kemudian, poster bergambar Syeikh Ahmad Yasin, pendiri gerakan Hamas pejuang Palestina, ditempelkan di tembok.
Tiga dari empat mahasiswa tersebut berasal dari kabupaten Rokan Hulu, Riau yakni Faturrahman adik kandungnya, Arzil dan Tasrih Sugandi. Sedangkan Ahmad Yunus berasal dari Kecamatan Bangun Purba, Sumatera Utara.
ismoko.widjaya@vivanews.com
• VIVAnews