|
VIVAnews - Mantan Direktur PT Freeport Indonesia, Adrianto Machribi menjadi salah satu korban ledakan bom di Hotel Marriott dan Ritz Carlton pagi tadi, Jumat 17 Juli 2009.
Saat ini korban harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan. "Kondisinya lumayan, tapi tidak terlalu mengkhawatirkan, seperti kepala melepuh, dan kaki yang terus mengeluarkan darah," kata salah satu rekannya, dan juga akrtis Indonesia Christin Hakim kepada wartawan.
Christin Hakim mengatakan, rencaanya Adrianto akan di rujuk ke Rumah Sakit di Singapura untuk mendapat perawatan lebih intensif lagi. "Bisa diajak komunikasi kok, dan rencananya hari ini mau dievakuasi ke Singapura," tuturnya.
Saat ini, Adrianto diketahui sebagai konsultan PT Freeport setelah sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Freeport.
Jumlah meninggal semakin bertambah menjadi 9 orang, luka-luka 50 orang. Lebih dari 100 penghuni hotel masih berkumpul di tanah lapang di dekat hotel. Mereka mengantre datangnya ambulans yang jumlahnya terbatas. Belum diketahui detail korban. Polisi juga belum dapat memastikan adanya korban jiwa.
Sementara kondisi hotel porak-poranda. Kaca-kaca pecah, sebagian dinding bangunan dan lampu hotel hancur.
Kepulan asap putih juga masih membumbung dari kedua hotel. Dikabarkan lebih dari 36 menjalani perawatan di rumah sakit dan enam orang meninggal dunia. Ledakan hebat melanda kedua hotel mewah di kawasan Mega Kuningan itu sekitar pukul 07.40.
Peristiwa terjadi hampir bersamaan dengan selisih waktu sekitar dua menit. Ledakan keras bermula dari lobi kedua hotel.
amril.78@vivanews.com
• VIVAnews