Ledakan di Marriott dan Ritz Carlton
Denny Selamat Saat Merenung di Toilet
Saat ledakan ia sedang merenung di toilet kantornya yang bersebelahan dengan Marriott.
Jum'at, 17 Juli 2009, 12:23 WIB
Umi Kalsum, Agus Dwi Darmawan
Ledakan di JW Marriott dan Ritz Carlton (Wenny Gusmarda (ANTV))

VIVAnews - Denny, karyawan Bank Panin  tidak henti-hentinya mengucapkan syukur karena selamat dari ledakan bom di Hotel JW Marriott. Saat ledakan ia mengaku sedang merenung di toilet kantornya yang bersebelahan dengan hotel yang diguncang bom pukul 07.45 WIB, Jumat 17 Juli 2009.

Denny mengaku tiba di kantornya pukul 07.40 WIB. Begitu tiba ia bergegas ke toilet karena desakan perutnya. Baru merenung sejenak, ia dikejutkan oleh bunyi yang mirip benda berat jatuh. "Buuuum, bunyinya begitu," kata dia.

Bunyi ini didengar dua kali selang beberapa menit. Ia pun bergegas keluar menuju ke posisi di mana ia bertugas di hari-hari biasanya. Tak disangka apa yang ditemuinya suasana kantor yang berantakan. "Kaca-kaca pada pecah, hancur lebut," ujarnya.

Seorang temannya, Yurike, dan dua petugas keamanan menjadi korban pecahan kaca ini. Oki dan Rinaldi, dua orang petugas kemanan ini mengalami luka sobek di tangan dan kaki. Oki korban paling parah, karena kulit tangannya terkelupas. Sedangkan Yurike,
luka di kepala.

Denny mengaku,  saat itu mereka tidak mengetahui  asal muasal ledakan itu. "Tapi sepertinya terdengar tidak jauh dari kantor. Antar ledakan pun, hanya beberapa menit. Nggak tahunya bom di Marriott dan Ritz Carlton," katanya.

• VIVAnews
 
komentar
gista
17/07/2009
turut berduka cita untuk korban korban ledakan di HOTEL Ritz Carlton dan JW Mariot.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.