Jenis bahan peledak jadi petunjuk bagi kepolisian. "90 persen mengarah ke Mr Top."
|
|
Ledakan di JW Marriott dan Ritz Carlton (Wenny Gusmarda (ANTV)) |
|
VIVAnews - Bom bunuh diri meledakan dua hotel ternama di Jakarta, Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton pada Jumat 17 Juli 2009. Kepala Kepolisian RI, Jenderal Bambang Hendarso Danuri mengatakan bom yang meledak di dua hotel tersebut sama dengan bom yang ditemukan di Cilacap, Jawa Tengah.
Belakangan polisi juga menyatakan bom berjenis low explossive dan menggunakan black powder itu juga mirip dengan bom Bali dan temuan bom di Palembang. Sumber terpercaya VIVAnews mengatakan kemiripan antara bom di Marriott dan Ritz Carlton dilihat dari bahan dan komposisinya.
"Bila seorang berhasil membuat dan meledakan bom, untuk menghindari kegagalan akan membuat dengan bahan dan komposisi yang sama," kata sumber kepada VIVAnews.
Modifikasi hanya akan dilakukan pada pemicu. Dilihat dari jenis bom, bisa diyakini ada kaitannya dengan jaringan Noordin M Top. "90 persen mengarah ke Mr Top [Noordin M Top]," kata sumber.
Juru Bicara Mabes Polri, Inspektur Jenderal Nanan Sukarna, mengatakan, bom yang meledak di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton mirip dengan bom yang meledak di Bali.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri mengatakan, bom yang meledak pada Jumat pagi itu juga identik dengan bom yang ditemukan di Cilacap pada 14 Juli 2009 lalu. "Memang ada kesamaan rangkaian dengan bom Cilacap dan Bali, tapi itu baru fakta lapangan," kata Nanan, Sabtu 18 Juli 2009.
Sebelum peristiwa pemboman terjadi, Detasemen Khusus Antiteroris 88 menemukan alat-alat pembuat bom rakitan di rumah Baridin alias Bahrudin Latif, pimpinan Pondok Pesantren Al-Muaddib Desa Pesuruhan, Kecamatan Binangun, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa 14 Juli 2009.
Alat-alat elektronik lengkap dengan petunjuk rangkaian yang diduga alat membuat bom ditemukan di kebun belakang Baridin, yang jaraknya sekitar 200 meter dari rumah.
Sebelumnya, Densus 88 menangkap beberapa orang yang diduga terkait kasus terorisme di Jawa Tengah dan Lampung, Saefudin Zuhri, yang menurut informasi terkait jaringan teroris Noordin M Top dan berperan sebagai penyuplai senjata. Saefudin Zuhri adalah keponakan Baridin.
Baridin diduga kuat sebagai mertua Noordin M Top. Anak perempuan Baridin, Ariani Rahma pada 2006 menikah siri dengan orang yang sama sekali tak dikenal warga, bahkan sampai pasangan tersebut dikaruniani dua anak.
• VIVAnews