Keluarga mempertanyakan, mengapa pemerintah Indonesia terkesan takut dengan Singapura.
|
|
Jasad David Hartanto Widjaja di samping keluarga (Facebook Christov Wiloto) |
|
Sidang David Hartanto Wijaya
|
| |
|
VIVAnews - Keluarga almarhum David Hartanto Wijaya menyayangkan pernyataan Menteri Luar Negeri Hasan Wirajuda, soal tidak ada koordinasi antara keluarga dengan pemerintah. Keluarga mempertanyakan, mengapa pemerintah Indonesia terkesan takut dengan Singapura.
"Kami harapkan pemerintah RI serius. Kalau itu dilakukan, pemerintah kita sangat luar biasa hasilnya. Apa sih alasannya pemerintah kita takut sama Singapura," kata ketua tim advokasi kasus David, Christovito Wiloto bersama OC Kaligis, di Jakarta, Jumat, 31 Juli 2009.
Tim advokasi juga menyesalkan adanya pernyataan Menlu yang menilai keluarga David berjalan sendiri. Menurut Christov, tidak mungkin keluarga dan tim advokasi belajar sendiri tanpa koordinasi pemerintah.
"Ketika kontrak pertama, kami lakukan di Kedubes RI di Singapura. Bukti-buktinya ada. Setiap kami kesana, tidak pernah bertemu Dubes RI," ujar dia.
Tim advokasi dan keluarga lebih sering berinteraksi dengan fungsi bidang penerangan dan sosial budaya KBRI Singapura, Yayan GH Mulyana. Pak Yayan hanya bantu di lingkup wewenangnya dia. Karena kami membentur tembok disana," kata dia lagi.
ismoko.widjaya@vivanews.com
• VIVAnews