|
VIVAnews - 'Perang Dingin' Indonesia dan Malaysia terus memanas. Setelah Tari Pendet, kini beredar situs yang melecehkan naskah lagu kebangsaan Indonesia Raya. Apakah memang ada yang sengaja ingin terus membuat Indonesia-Malaysia tidak harmonis?
"Apakah memang ada pihak ke tiga yang ingin adu domba antara Indonesia dan Malaysia supaya tidak pernah akur," kata Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, usai buka puasa bersama Jusuf Kalla di kediaman Hidayat, Jakarta, Sabtu, 29 Agustus 2009.
Menurut Hidayat, persoalan sensitif ini merupakan satu hal harus segera dituntaskan. Hidayat menyarankan agar Indonesia dan Malaysia duduk bersama agar persoalan ini tidak berlarut-larut.
"Karena ini ada dua negara yang besar di Asia Tenggara. Dan barangkali bersatu tidak diadu-domba akan memperkuat ASEAN. Barang kali ada yang pihak tertentu tidak suka," ujar anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Hidayat menilai, tentu Malaysia juga perlu klarifikasi sampai tuntas terkait hal-hal atau isu yang dimunculkan. Seperti misalnya menghentikan untuk mengubah dan mengklaim.
"Penting bagi Malaysia untuk menjadi proaktif. Permasalahan disana (Malaysia), jangan minta Indonesia bersabar, tidak terprovokasi dan sebagainya. Harusnya, selesaikan ini sebelum orang lain terprovokasi," ujar Hidayat.
ismoko.widjaya@vivanews.com
• VIVAnews