TNI Dalam Misi Perdamaian PBB
Tim Medis Indonesia Latih Tentara Kongo
Diantara pasukan PBB dan tentara Kongo tersebut terdapat personel kesehatan TNI.
Kamis, 3 September 2009, 17:13 WIB
Amril Amarullah
Tim Medis TNI Melatih Tentara Kongo (Puspen TNI)

VIVAnews - Tim  medis yang tergabung dalam Kontingen Garuda XX-F/Monuc memberikan pelatihan Basic Life Support (BLS) kepada perawat tentara nasional Kongo di Dungu-Kongo, Kamis 3 September 2009.

Tim kesehatan Indonesia dibawah pimpinan  Mayor Laut (K) dr. Redemptus Yudadi menyelenggarakan pelatihan BLS untuk penanganan korban trauma pertempuran bertempat di Rumah Sakit level I Kontingen Indonesia.

Alasan mengapa diterapkannya pelatihan itu, menurut dr. Yudadi, wilayah Dungu yang merupakan daerah perbatasan Kongo dengan Sudan tersebar pasukan penjaga perdamaian PBB dan tentara nasional Kongo yang tergabung dalam Operasi Rudia.  

Sebuah operasi gabungan pasukan PBB dan pasukan pemerintah Kongo yang bertujuan mengusir milisi LRA yang selama ini menjadi sumber masalah keamanan di wilayah  perbatasan  Kongo  dengan negara Stetangganya (Sudan dan Uganda).  

Diantara pasukan PBB dan tentara Kongo tersebut terdapat personel kesehatan yang selalu  mendukung setiap gerak langkah pasukan.

Latar belakang inilah yang menggugah  Tim Kesehatan Indonesia untuk membuat pelatihan Basic Life Support (BLS) tanpa  alat  maupun dengan alat bagi perawat tentara Kongo yang tersebar di wilayah hutan belantara Dungu.

Para petugas kesehatan yang berada di daerah terpencil dan terisolir tersebut dituntut untuk tetap dapat memberikan dukungan kesehatan yang optimal meskipun dengan keterbatasan dukungan alat dan logistik kesehatan. 

Materi pelatihan BLS yang diberikan oleh tim medis Indonesia kepada personel medis FARDC (tentara nasional Kongo) meliputi pertolongan terhadap problem jalan nafas (airway), pernafasan (breathing) dan  sirkulasi  jantung pembuluh darah (circulation)  tanpa alat maupun dengan alat serta teknik transportasi korban luka.

Dalam pelatihan tersebut bahkan dikenalkan juga teknik bedah sederhana untuk membebaskan jalan nafas dengan hewan coba kambing.

Adapun pelatih dari kontingen Indonesia yakni Mayor Laut dr. R. Yudadi SpB, Mayor CKM dr. Nunung  Joko Nugroho dan Sersan Mayor Sunari (ahli anestesi). 

Sedangkan dari pihak FARDC mengirimkan dr. Patrick dan dr. Pieter yang memberikan asistensi kepada Tim Medis Indonesia dalam melatih perawat tentara Kongo.

amril.78@vivanews.com

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.