|
VIVAnews - Pengamat Intelijen Wawan H Purwanto mengatakan, dengan ditemukannya bom disebuah rumah di Kampung Kepohsari, Mojosongo, Solo, Jawa Tengah oleh Densus 88, Rabu 16 September 2009 malam, tentu menjadi tugas berat Kepolisian menjelang hari raya Idul Fitri.
"Saat ini konsentrasi polisi lebih ke lebaran, sementara dengan ditemukannya bom di Solo, itu artinya butuh ekstra pengamanan. Walaupun ada Densus 88, tetapi jumlahnya sedikit," ujar Wawan H Purwanto kepada VIVAnews, Kamis 17 September 2009.
Karena itu, sudah saatnya TNI dilibatkan untuk membantu Densus 88, dalam penumpasan teroris. "Dalam kondisi seperti sekarang ini, peran serat TNI sangat dibutuhkan dan diterjunkan bantu Densus 88 buru teroris," tuturnya.
Upaya tersebut didorong mengingat aksi pengepungan yang terjadi di Solo Jawa Tengah, pada pukul 23.00, itu diduga menjadi lokasi persembunyian para teroris terkait pemboman Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton pada Jumat 17 Juli 2009.
amril.78@vivanews.com
• VIVAnews