Densus 88 Gerebek Rumah di Solo
Sumber: Urwah Tewas, Satu Nama Dirahasiakan
Urwah diduga kaki tangan Noordin."Seseorang yang lain masih dirahasiakan. Heboh lah."
Kamis, 17 September 2009, 10:38 WIB
Elin Yunita Kristanti, Desy Afrianti
Penyerbuan Rumah Teroris di Temanggung (AP Photo/Slamet Riyadi)

VIVAnews - Detasemen Khusus 88 Antiteror mengepung sebuah rumah  di Kampung Kepohsari, Mojosongo, Solo, Jawa Tengah. Pengepungan dilakukan sejak  Rabu 16 September 2009 pukul 23.00 WIB.

Pasca penggerebekan, empat orang penghuni rumah ditemukan tewas. Salah satunya, Bagus Budi Pranoto alias Urwah.

Sumber terpercaya VIVAnews di Kepolisian mengatakan bahwa memang benar Urwah tewas dalam penggerebekan itu.

Menurut sumber, ada satu lagi pria yang tewas bersama Urwah. "Seseorang yang lain masih dirahasiakan. Heboh lah," lanjut sumber.

Bagus Budi Pranoto alias Urwah. Pernah divonis 3 tahun 6 bulan pada 2004, karena menyembunyikan Dr Azahari dan Noordin M Top.

Keterangan sumber tersebut bersesuaian dengan keterangan anggota intelijen Polri yang ikut dalam penggerebekan di Solo.

Sementara, Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Susno Duadji menolak memberi informasi terkait penggerebekan di Solo.

"Nanti kalau data sudah lengkap akan ada keterangan resmi," kata Susno dalam pesan pendeknya pada VIVAnews.

Sebelumnya, dalam rumah yang diduga jadi persembunyian para teroris terkait pemboman Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton pada Jumat 17 Juli 2009 dikabarkan ada empat yang tewas.

Selain Urwah, satu jenazah dikabarkan berjenis kelamin perempuan. Dia diduga adalah Putri Munawaroh, istri Susilo, pengontrak rumah yang digerebek Polri.

Suaminya, Susilo alias Adib, juga diduga tewas. Susilo bekerja di sebuah pondok pesantren sebagai pengurus ternak sapi di Pondok Pesantren Al Kahfi Mojosongo.

Di lapangan, nama Maruto juga disebut-sebut ikut tewas.

Maruto Jati Sulistyono disebut-sebut sebagai anggota jaringan teroris pimpinan Noordin M Top. Ia menghilang sejak 2006.

Namun, sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari polisi terkait jumlah yang tewas dan identitas mereka. Informasi yang beredar masih simpang siur.


• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.