Rel dan jembatan kereta api terban karena gempa 7,9 skala Richter 30 September lalu.
|
|
Rel Kereta Api menggantung akibat longsor di Mekar Mulya, Malangbong, Garut (Antara/ Rezza Estily) |
|
VIVAnews - Gempa 7,9 skala Richter yang melanda Sumatera Barat, Rabu, 30 September 2009, mengakibatkan sejumlah fasilitas milik PT Kereta Api Divisi Regional II Sumatera Barat mengalami kerugian sebesar Rp 16,5 miliar. "Kerugian ini timbul karena sejumlah fasilitas yang kita miliki seperti jembatan dan jalan rel mengalami terban, bengkok, dan bahkan ada yang menggantung," kata Kepala Divre II PT KAI Sumbar, Yudith Harrianto, Sabtu, 10 Oktober 2009.
Menurut Yudith, di kawasan Sintuak, Padang Pariaman, jalan rel sepanjang 200 meter menggantung karena tanahnya amblas sedalam dua meter. Kondisi serupa juga terjadi pada belasan titik di jalur kereta dari Lubuak Alung menuju Pariaman.
Selain kerusakan tersebut, sejumlah jembatan juga mengalami pergeseran dari sumbu semula sekitar 30 centi meter di sejumlah lokasi. Sejauh ini, sejumlah aset milik kereta api mengalami kerusakan parah hingga rubuh.
"Balai Yasa yang biasa kita manfaatkan sebagai balai pertemuan serta 300 rumah milik karyawan PT KAI mengalami kerusakan parah," kata Yudith. Pasca gempa, PT KAI Sumbar tidak bisa mengaktifkan KA Reguler Padang-Pariaman hingga saat ini.
Menurutnya, butuh waktu satu bulan untuk bisa kembali mengaktifkan KA Reguler ke Pariaman. Sedangkan perbaikan jalan rel menuju stasiun Lubuk Alung dari Stasiun Simpang Haru telah bisa beroperasi kembali mulai hari ini.
"Jalur ini telah kita perbaiki dan bisa digunakan untuk mengangkut bantuan logistik serta penumpang," katanya. PT KAI mengoperasikan KA bantuan ini secara gratis selama satu bulan ke depan. Sedikitnya, pengoperasian KA untuk melewati jalur ini menelan biaya sebesar Rp 2 juta.
Saat ini, perbaikan jalur jalan rel dari Lubuk Alung menuju Pariaman sedang dalam perbaikan tekhnis yang dikerjakan relawan dari Sumatera Utara dan Sumatera Selatan. Yudith mengakui, keterbatasan tenaga dan peralatan memperlambat proses perbaikan fasilitas kereta api yang rusak karena gempa.
Laporan Eri Naldi | Padang
• VIVAnews